Halaman

Ahad, 5 Februari 2012

TERTIB SOLAT RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM...

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.

Dari Aisyah r.a katanya:Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memulai solat baginda dengan takbir. Sesudah itu baginda membaca surah al-Fatihah. Apabila baginda rukuk, kepalanya tidak mendongak dan tidak pula terlalu menunduk, tetapi pertengahan (sehingga kepalanya kelihatan rata dengan punggung). Apabila baginda bangkit dari rukuk, baginda tidak sujud sebelum baginda berdiri lurus lebih dahulu. Apabila baginda mengangkat kepala dari sujud (pertama) baginda tidak sujud (kedua) sebelum duduknya antara kedua sujud itu tepat benar lebih dahulu. Tiap-tiap selesai dua rakaat baginda membaca Tahiyat sambil duduk menghimpit kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Baginda melarang duduk seperti syaitan duduk atau seperti binatang buas duduk. Dan baginda menyudahi solat dengan membaca salam.

Untuk berjaya umat Islam tidak boleh mengabaikan solat sama sekali terutamanya solat-solat fardhu. Dalam konteks melaksanakan solat, dua perkara wajib dijaga, pertamanya khusyuk dan keduanya, memastikan agar solat dilaksanakan mengikut cara yang ditunjukkan oleh rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Solat merupakan satu ibadah yang amat penting sehinggakan ketika sedang berperang sekalipun ia tidak boleh ditinggalkan. Solat juga merupakan tiang agama.

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan, nabi pernah bersabda yang maksudnya, Solat itu tiang agama, sesiapa yang meninggalkannya dia meruntuhkan agama. Malah batas antara iman dan kufur ialah solat.

FHADILAT SELAWAT

Assalamu Allaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Semalam dalam menyambut Maulid Nabi sudah pasti begitu ramai yang berselawat .Ianya sangat baik dan dianjurkan.Tetapi alangkah baiknya jika berselawat bukan hanya pada hari-hari tertentu sehingga perlu menunggu pada ketika sambutan Maulid Nabi sahaja,bahkan ia hendaklah dilakukan pada setiap hari.Oleh itu marilah mulai dari semalam kita lanjutkan hingga ke akhir nafas.Mari berselawat bersama-sama.

Ya nabii salaamun ‘alaika; Ya rosuul salaamun ‘alaika
Ya habiib salaamun ‘alaika; Sholawaatullaahi ‘alaika

(Wahai Nabi salam kami kepadamu; Wahai Rasul salam kami kepadamu
Wahai kekasih Allah salam kami kepadamu; Rahmat Allah semoga melimpah terus untukmu)

Mengapa Kita Berselawat

Oleh Al-Habib Abdul Qodir bin Al Imam Al Hafidz Al Musnid Al Qutub Prof DR. Al Habib Abdullah Bin Abdul Qodir Bin Ahmad Bil Faqih Al-Alawy RA
Terdorong dari sabda Baginda SAW yang artinya “janganlah kalian menjadikan makamku sebagai tempat bersenang-senang, namun justru perbanyaklah selawat atasku !! Sesungguhnaya selawat yang kalian sampaikan aku terima ( sampai kepadaku ) dimanapun kamu berada”.

Tersirat pula bahwa Baginda Nabi SAW bersabda, telah bersabda jibril As : “Sesungguhnya aku memberi kabar gembira kepadamu bahwa sungguh Allah SWT.” berfirman, “Barangsiapa menyampikan salam kepadamu maka aku sampaikan salam kepadanya, dan orang yang berselawat kepadamu, aku berikan selawat kepadanya”. (Hadist Qudsyi)

Sabda Baginda Nabi SAW pula : bersabda Sayyiduna Jibril As : ” Wahai Muhammad tiada seorang yang berselawat kepada paduka kecuali 70.000 malaikat berselawat atas orang tersebut, dan siapa yang berselawati oleh malaikat maka ia tergolong dari penghuni surga”.

Kemudian Baginda Nabi SAW pun pernah bersabda : “Siapa orang yang berselawat atasku satu kali, Allah SWT sampaikan selawat atasnya 10 kali, siapa yang berselawat atasku 100 kali Allah SWT sampaikan selawat atasnya 100 kali, siapa orang yang berselawat atasku 100 kali Allah SWT mencatatnya tergolong dari orang yang jauh dari kemunafikan dan bahaya api neraka, serta kelak digolongkan bersama para syahid, perbanyaklah selawat atasku, setiap namaku disebut sesungguhanya itu menjadi pelebur dari macam-macam keburukan kalian”.

Sebuah kabar gembira dari Baginda Nabi SAW, dirawayatkan : “Siapa orang yang berselawat atasku setiap hari 100 kali, maka tidaklah ia wafat kecuali sebelumnya akan mengetahui tempatnya kelak disurga”.

Dalam sebuah hadits yang lain diriwayatkan pula : “Siapa orang yang berselawat atasku setiap hari 100 kali, maka Allah SWT akan mengkabulkan 100 hajatnya, yang teringan dari hajat tersebut bahwa ia akan dibebaskan dari api neraka”.

Demikian penjabaran dari Yang Mulya Asy Syekh Yusuf Bin Ismail Al Nabhany RA.
Kemudian Imam Asy Syakhowi RA menukilkan dari sayyiduna Imam Ali Karrahmallahu Wajhah As Ra, beliau pernah berkata : “Andai aku tidak khawatir lupa akan zikir kepada Allah Azza Wajalla maka tidak aku dekatkan diri kecuali dengan selawat atas Nabi SAW, karena pernah kudengar Baginda SAW bersabda :
“Bersabda Sayyidunna jibril As : “Wahai Muhammad Sesungguhnya Allah ‘Azza Wajalla Berfirman : “Siapa orang yang berselawat kepada paduka 10 kali sungguh wajib baginya aman dari Murka-Ku”.

Semoga Allah SWT membuka hati agar semua tergolong dari ahli selawat dan tergolong peraih Syafa’at Rosulullah SAW, Amiin Yaa Rabbal ‘Alamiin Bijahi Sayyiduna Muhammadin Tohal Amiin SAW.

Mari kita bersyukur kepada Allah SWT karena sudah dikumpulkan oleh Allah SWT di sini. Di tempat ini kita mengingat Allah SWT, mengingat Nabi Muhammad SAW dan mengingat orang-orang yang mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Semoga di akhirat nanti kita juga dikumpulkan bersama-sama Rasulullah Muhammad SAW. Amin.

Kita bermodalkan mencintai Rasulullah Muhammad SAW. Dikisahkan ketika pada suatu hari rombongan Rasulullah Muhammad SAw sedang berjalan menuju ke suatu tempat dihentikan oleh seseorang sahabat dan beliau bertanya kapan hari kiamat akan tiba. Rasulullah Muhammad SAW. balik bertanya kepadanya apakah yang sudah dia siapkan sehingga dia tanya kapan hari kiamat akan tiba?

Sahabat tersebut menjawab dia tidak mempersiapkan apa-apa karena dia sadar bahwa ibadahnya hanya sedikit, dia hanya yakin bahwa dia mencintai Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah Muhammad SAW menjawab bahwa sahabat itu akan bersama yang dicintainya nanti di hari kiamat.

Sahabat-sahabat yang lain yang bersama Rasulullah Muhammad SAW bahagia sekali mendengar kabar tersebut seakan-akan tidak ada kabar bahagia selain ini, sebab mereka tahu bahwa ibadah mereka tidak mungkin sekhusyuk Rasulullah Muhammad SAW, tidak mungkin seikhlas Rasulullah Muhammad SAw, tidak mungkin sesempurna Rasulullah Muhammad SAW…mereka hanya mencintai Allah SWT. dan Rasulullah Muhammad SAW. Mereka bahagia bahwa dikatakan mereka akan bersama yang mereka cintai.

Dikatakan bahwa barang siapa mendatangi suatu tempat dimana tempat itu dibacakan maulid (sejarah Rasulullah Muhammad SAW), maka dia sebenarnya sedang mendatangi ridho Allah SWT. Kenapa? Karena kita datang dengan berniatkan mencintai Rasulullah Muhammad SAW. yang mana niat ini akan membawa kita melakukan hal-hal yang cintai oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bukankah orang yang mencintai sesuatu akan melakukan hal-hal yang disukai oleh yang kita cintai?

Barang siapa dengan tulus mencintai Rasulullah Muhammad SAW. maka Rasulullah Muhammad SAW. akan mencintainya. Salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah Muhammad SAW. adalah dengan berselawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Nabi Adam As dahulu kesepian ketika berada di surga, oleh Allah SWT. diciptakanlah ibu Hawa. Sudah sifat kita tertarik kepada sesuatu yang indah-indah, begitu juga Nabi Adam As yang tertarik kepada ibu Hawa. Ketika Nabi Adam As bertanya kepada Allah SWT.

Bahwa Nabi Adam As menginginkan ibu Hawa, maka Allah SWT melarang Nabi Adam As mendekati ibu Hawa sebelum memberikan mahar. Lihatlah di surga yang semua keinginan kita tinggal meminta pada Allah Swt langsung dikabulkan saja Nabi Adam As masih disuruh memberikan mahar untuk ibu Hawa! Nabi Adam As bertanya apa maharnya Ya Allah?

Dijawab oleh Allah Swt bahwa mahar yang harus diberikan adalah selawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian Allah SWT menjelaskan kepada Nabi Adam As siapa Rasulullah Muhammad SAW.yang di akhirat dikenal dengan nama Ahmad sebenarnya.

Lihat ini bukti bahwa betapa mulianya selawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. itu! Selawat bermanfaat untuk banyak hal dunia dan akhirat. Alhabib Ali bin Muhammad bin Husein Alhabsyi (penulis kitab Simthud Durrar) berkata bahwa ketika beliau resah maka beliau membaca selawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Dikisahkan dari Kitab Raudhorrayahin, dimana Allah memiliki salah satu malaikat yang mana panjang sayapnya yang satu di masyriq dan yang satu di maghrib. Dan tingginya, dari langit ketujuh sampai dasar bumi ketujuh.

Malaikat tersebut memiliki bulu sejumlah dengan makhluk ALLAH yang ada di bumi, dan tugas malaikat tersebut adalah ketika ada yang berselawat kepada Rosul SAW, maka malaikat tersebut menyelam kelautan cahaya kemudian naik ke atas dan mengibaskan tubuhnya.

Setiap tetesan yang menetes dari sayap malaikat tersebut ALLAH ciptakan malaikat lagi yang selalu meminta ampun / ber-istiqfar terhadap orang yang berselawat tersebut sampai yaumil Qiyamah…
Begitu tingginya derajat orang yang berselawat kepada Sayyidul Wujud Muhammad SAW.

Maka dari itu marilah kita perbanyak berselawat….

Khamis, 2 Februari 2012

AL-FATIHAH

‎"Allah menjawab AL-FATIHAH kita"
=========================

Seberapa sering kah kita membaca Al-Fatihah secara terburu2 dalam Shalat kita??
Sadarkah kita bahwa Allah menjawab do'a kita setiap ayat per ayat ??
Allah menjawab do'a kita dengan penuh kasih sayang...

***
Dari 'Ubaidah bin shamit r.a,Rasulullah telah bersabda:"Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surah AL-FATIHAH".

Riwayat dari Abu Hurairah pula,rasulullah telah bersabda:" Barangsiapa yang tidak membaca AL-FATIHAH di dalam shalat,maka shalatnya itu tidak sempurna.(Rasulullah telah mengulangi kenyataan ini sebanyak 3 kali)".

Lalu sahabat bertanya kepada Abu Hurairah:"Bagaimana pula kalau kami mengikut imam?".Jawab Abu Hurairah:"Bacalah perlahan-lahan.Karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

Bahwa Allah berfirman:"Shalat itu aku bagi 2 yaitu antara AKU dan hamba-KU.Untuk hamba-KU ialah apa yang dimintanya...

Apabila hamba-KU mengucapkan:Alhamdulillahi rabbil 'alamin(segala puji bagi Allah,Tuhan seru sekalian alam)
AKU menjawab:hamdani 'abdi(hambaku memujiku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:Arrahmanirrahim(Yang maha pengasih lagi maha penyanyang)
AKU menjawab:'Atsna alayya 'abdi(hambaku menyanjungiku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:Maliki yaumiddin(Maha penguasa hari kemudian)
AKU menjawab:Majjadani abdi(hambaku mengagungkanku)

Apabila hamba-KU mengucapkan:iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in(kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami minta pertolongan)
AKU menjawab:Hadza bayni wa bayna abdi,wali abdi wa saala(inilah bahagianku dan bahagian hambaku yg dimintanya)

Apabila hamba-KU mengucapkan:Ihdinash siratal mustaqim,siratal ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdubi 'alaihim waladh-dhaalin(pimpinlah kami ke jalan yang lurus,yakni jalan yang tidak engkau murkai dan tidak pula jalan orang yang sesat)
AKU menjawab:Hadza li abdi,wali 'abdi ma saala(inilah milik hambaku,dan bagi hamba-KU apa yang dia minta)

itulah semua jawaban Allah apabila setiap kali kita membaca AL-FATIHAH
Subhanallah..
begitu sayangnya Allah pada kita..
Dia membalas setiap kalimat do'a yang kita panjatkan kepadaNya..
tapi, pernahkah kita memberikan-Nya waktu untuk menjawab do'a kita??
Kita yang selalu membaca Al-Fatihah dengan cepat, tanpa memberi Jeda untuk Allah menjawab do'a kita....
Kita jarang memberikan kesempatan pada Allah untuk menjawab do'a kita, yang padahal, Allah sangat ingin berbincang dengan kita lewat do'a kita..


Semoga bisa menjadi bahan renungan...

Wallahu a'lam bishawwab..

Rabu, 1 Februari 2012

DOA YANG MUSTAJAB-WAKTU DAN AMALANNYA

Solat hajat merupakan amalan yang sinonim dengan masyarakat kita. Selalunya jikalau ada sesetengah perkara contohnya peperiksaan anak, solat hajat selalunya didirikan dengan bacaan-bacaan tertentu untuk memohon pertolongan Allah S.W.T di dalam sesuatu perkara ataupun selain daripada itu.

Namun pernahkah kita menyemak semula, adakah solat hajat itu dari amalan Rasulullah S.A.W? Apakah baginda S.A.W dan para sahabat pernah mendirikan solat hajat bagi memohon pertolongan Allah S.W.T? Adakah para sahabat pernah mengamalkannya dikala kesusahan?

Jikalau baginda S.A.W tidak pernah mengamalkannya, maka apakah amalan yang baginda S.A.W dirikan bagi memohon pertolongan Allah S.W.T semasa baginda mempunyai hajat ataupun ketika ditimpa kesusahan? Apakah waktu-waktu yang baik untuk kita berdoa, agar amalan kita selari dengan kaedah dan amalan yang telah dilakukan Nabi Muhammad S.A.W? Apakah ada alternatif lain bagi kita untuk berdoa memohon hajat, selain daripada mendirikan solat hajat?


Sesungguhnya amalan solat hajat itu berasal dari hadis yang tidak berapa kuat sanadnya, atau dengan kata lain, hadis yang dhaif. Adapun bagi mereka yang mengatakan amalan solat hajat itu ada dalam amalan sunnah, dalam masa yang sama mereka mengatakan bahawa:

1) Tidak boleh didirikan secara berjemaah kerana bukan itu yang dilakukan di dalam hadis.

2) Tiada bacaan yang khusus di dalam solat hajat, iaitu rakaat pertama sekian bacaannya, rakaat kedua sekian bacaannya.

Berikut amalan, cara-cara dan waktu-waktu yang mana insya-Allah, merupakan jalan yang baik untuk kita memohon pertolongan Allah S.W.T. Segala apa yang ada di sini adalah hasil dari pembacaan dan juga pengajian penulis di dalam bidang hadis, dan diambil dari hadis-hadis yang sahih.

Waktu-waktu mustajabnya doa.

01.Satu pertiga malam

Iaitu di antara jam 3.30 pagi atau jam 4 pagi sehingga ke sebelum Subuh. Ini kerana, di dalam hadis Imam Muslim, Nabi S.A.W bersabda, maksudnya:

Allah S.W.T turun dari Arasy-Nya ke langit yang pertama, (iaitu langit dunia) di sepertiga malam, seraya bersabda kepada para malaikat yang menjaga langit pertama, "Adakah di antara hambaKu yang berdoa? Aku akan perkenankan. Adakah di antara hamba-Ku yang memohon keampunan? Nescaya akan aku ampunkan dosanya". Maka sepertiga malam, atau solat tahajud merupakan waktu yang sangat afdhal untuk kita berdoa kepada Allah S.W.T.

02.Sewaktu hujan turun

Ketika ini, pintu rezeki dari langit sedang terbuka luas.

03.Waktu di antara dua khutbah khatib pada solat Jumaat

Sepertimana yang telah kita sedia amalkan di mana antara dua khutbah, imam akan membacakan doa dan selawat. Namun adalah lebih afdhal andai di sini kita berdoa secara individu, sebagaimana yang penulis lihat telah mula diamalkan di sesetengah masjid di kawasan Selangor. Ini kerana setiap jemaah yang datang mempunyai hajat, keperluan dan doa yang berlainan di antara satu sama lain.

04.Sewaktu membacakan syahadah akhir setiap kali waktu solat

Oleh itu nabi Muhammad S.A.W telah mengajarkan kita doa yang khusus untuk dibacakan di sini, yang akan penulis garapkan di bawah.

05. Tempoh masa dari azan hingga iqamat, dan juga sewaktu bilal telah iqamat untuk solat, dan sewaktu masuk ke dalam saf.

06. Setiap sujud di dalam setiap waktu solat

Nabi Muhammad S.A.W menyuruh kita memanjangkan sujud kita andai kita mempunyai sebarang doa, dan baginda tidak pernah mengkhususkan sujud mana yang perlu dipanjangkan sama ada sujud di rakaat pertama, kedua, ketiga, atau keempat. Maka, kita boleh memanjangkan mana-mana sujud untuk meluangkan masa berdoa kepada Allah S.W.T. Adapun jikalau doa yang ingin dibacakan semasa sujud ini adalah di dalam bahasa selain bahasa Arab, maka hendaklah dibacakan di dalam hati, kerana selain bahasa Arab akan membatalkan solat. Itu merupakan kata-kata para ulama' fekah termasuk As-Syafi'e rahimahullah.

07.Waktu dhuha

Waktu Dhuha ialah waktu setelah berakhirnya masa tahrim (waktu yang diharamkan solat, dari selepas solat subuh sehingga waktu:

1) Menurut Nabi Muhammad S.A.W, bangunnya anak unta dari tidurnya atau

2) kata orang-orang tua kita, tinggi matahari sudah mencapai dua galah iaitu lebih kurang sejam sebelum masuknya solat Zohor.

Malahan di antara fadhilat solat Dhuha ialah memurahkan rezeki. Insya-Allah...



Amalan-amalan yang memustajabkan doa.

01.Memperbanyakkan amalan-amalan yang sunat setelah kita sudah mencukupkan amalan-amalan yang wajib.

Adapun amalan-amalan sunat yang sunnah, sila rujuk kepada artikel penulis "Mengejar Cinta Pemilik 'Arasy".

02.Memanjangkan sujud di dalam solat, dan berdoa di dalamnya sebagaimana yang penulis jelaskan di atas.

03.'Menebus' kembali amal baik yang telah kita lakukan.

Seperti yang kita dapati di dalam surah Ali-Imran, yang merupakan bacaan yang baik untuk solat Tahajjud, iaitu,

"Wahai Tuhan kami! Sebenarnya sesiapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang yang zalim tidak akan beroleh seorang penolong pun; Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru (Rasul) yang menyeru kepada Iman, katanya: ` Berimanlah kamu kepada Tuhan kamu ', maka kami pun beriman. Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah daripada kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti; Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami pahala yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat; sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji." [Ali-Imran 3:192-194]

Kita lihat di sini sebagai dalil, bahawa boleh bagi kita setelah beramal baik, untuk kita menebus kembali (claim) daripada Allah S.W.T agar memustajabkan doa kita. Hal ini juga telah penulis bawakan di dalam kisah tiga orang sahabat yang terperangkap di dalam gua.

04.Menghulurkan pertolongan.

Menolong orang lain, terutamanya mereka yang dekat dengan kita seperti kaum keluarga dan sahabat handai. Ini kerana sabda nabi S.A.W, "Andai kamu menolong saudara kamu, Allah akan permudahkan bagi kamu urusan kamu".

05.Sabar.

Sabar dalam menghadapi ujian Allah S.W.T. Doa orang yang bersabar sangat didengari Allah S.W.T.



Doa-doa yang mustajab.

01.Ingin penulis kongsikan di sini beberapa doa yang sangat mustajab untuk dibacakan ketika memohon pertolongan Allah S.W.T. Salah satu daripadanya:

"Allahumma inni as aluka anniy asyhaduka annaka antaAllah, laa ilaa ha illa anta, al-waahidus somadul lazi lam yalid walam yuulad, walam yakun lahu kufuan ahad", yang bererti:

"Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan bahawasanya aku menyaksikan bahawa Engkaulah Allah, tiada Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Engkau, Engkau Maha Esa, tempat meminta, Engkau tidak beranak dan Engkau tidak dilahirkan, dan tiada bagi-Mu tandingan dari sesuatu apapun."

Doa ini merupakan doa seorang sahabat yang didengari Rasulullah S.A.W, lalu baginda S.A.W bersabda, "Engkau telah berdoa kepada Allah S.W.T dengan tauhid-Nya, yang mana jika engkau berdoa dengannya nescaya pasti akan Dia kabulkan." Hadis Hasan riwayat Imam Ahmad.

02.Doa Nabi Musa A.S sebagaimana yang direkodkan di dalam al-Quran, "Rabbi syrah li sodri, wa yassirli amri, wahlul 'uq datan min lisaniy, yafqahu qauliy", bermakna:

"Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, permudahkanlah urusanku, dan bukalah simpulan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku."

03.Membaca nama-nama Allah S.W.T, yang berkaitan dengan doa kita.

Sebagai contoh, ar-Raazik (Maha Pemberi Rezeki) jika memohon rezeki, al-Ghafuur (Maha Pengampun) jika memohon taubat, ar-Rahiim (Yang Maha Pengasih) jika memohon belas kasihan, al-Jabbar (Yang Maha Kuat) jika memohon pembelaan dan juga lain-lain.

Bahkan afdhal juga jika dibacakan kesemua 99 nama Allah, dan berdoa setelah membacanya. Ini kerana sabda nabi S.A.W, "Nama-nama Allah seratus kurang satu, sesiapa yang menghitungnya (menghayati dan mengamalkan) akan masuk Syurga". Maka dengan itu nama-nama Allah sangat mustajab jika didahulukan sebelum berdoa.

04.Doa tahiyat akhir, iaitu "Allahumma 'auzubika min 'azaabi jahannam, wa 'auzubika min 'azaabil qabri, wa 'auzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal", maksudnya:

"Ya Allah ya tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari seksa Jahanam, dan aku berlindung denganMu dari seksa kubur, dan aku berlindung dengan-Mu dari fitnah orang yang hidup atau mati, dan aku berlindung denganMu dari fitnah al-Masih Dajjal"

Sungguh jika kita lihat secara teliti, dan kita pelajari dengan minda dan hati yang terbuka, kita akan dapati terlalu banyak doa dan amalan yang membawa kepada mustajabnya doa kita. Andai kita cuba beramal dengan semuanya, nescaya kita tidak akan mampu untuk beristiqamah dengannya. Kerana itu kita katakan bahawa ibadah baginda S.A.W adalah ibadah yang paling sempurna.

Penulis mengharapkan agar kita semua dapat berbalik kepada keindahan sunnah nabi S.A.W, dan kembali mengikuti cara dan saranan baginda S.A.W di dalam beribadah, agar doa kita tergolong di dalam doa-doa yang mustajab.

Ya Allah... Aku berlindung dengan-Mu dari doa yang tidak mustajab dan dari ilmu yang tidak berguna.

Ya Allah... Aku berlindung dengan-Mu dari najis bid'ah dan syirik.

Ya Allah peliharalah kemurniaan aqidah kami kepada-Mu.

Selawat dan salam ke atas rasul junjungan Muhammad S.A.W, ahli keluarga baginda dan sahabat handai baginda yang beroleh kebaikan di sisi-Mu.

Ya Allah... Bimbinglah kami selama mana kami hidup bernafas, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang mendapat kebaikan di sisi-Mu.

Ya Allah... Sudahkah aku sampaikan pesanan-Mu...?

PERANAN GURU DALAM MEREALISASIKAN FALSAFAH PENDIDIKAN GURU

1)Guru hendaklah melengkapkan diri dengan pengetahuan am dan pengetahuan dalam mata pelajaran, khasnya mata pelajaran KSPK, serta pengetahuan ikhtisas keguruan

2) Mengamalkan pengajaran dan pembelajaran selaras dengan hasrat Falsafah Pendidikan Guru, khasnya mengembangkan individu dan memelihara suatu masyarakat yang bersatu padu, demokratik, progresif dan berdisiplin.

3) Menyemai dan memupuk amalan nilai-nilai murni dan etika keguruan kepada diri dan pelajar selaras dengan tuntuana Falsafah Pendidikan Guru

4) Menyempurnakan tanggungjawab dan akautabiliti sebagai insan guru yang sentiasa mencari ilmu serta mengamalkannya bagi memenuhi tuntutan keperluan pendidikan dan masa depan.

5) Menggunakan ilmu dan kemahiran mendidik serta nilai keguruan merangsang perkembangan pelajar

Kebaikan dan Fadhilat Ayat Kursi.

AYAT KURSI آية الكرسي
ASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…

Renungan bersama untuk kita semua

Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"

Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."Umat-umat dahulu hanya sedikit saja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah ditearngkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.
Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.